Mau Aman Saat Berinvestasi? Ini Dia Pilihan Instrumen Investasi yang Minim Risiko

Kalau ada yang bertanya bisa nggak investasi tanpa risiko? Jawabannya tentu nggak bisa, karena nggak ada jenis investasi yang nggak berisiko. Saat kita berinvestasi, sudah pasti kita harus siap menghadapi risiko-risiko yang ada. Tiap orang memiliki toleransi dan profil risiko yang berbeda-beda.

Investor yang memiliki toleransi risiko tingkat rendah biasa disebut investor konservatif. Investor tipe ini umumnya mengutamakan keamanan berinvestasi daripada keuntungan besar dengan risiko tinggi. Nah, buat Kamu yang merasa dirinya investor konservatif, alias gemar main aman, artikel ini akan mengulas beberapa pilihan instrumen investasi yang aman untuk pemula yang cocok untuk kamu, lho!

  • Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar uang adalah salah satu instrumen investasi dari beberapa jenis reksa dana dengan jangka waktu kurang dari setahun dan dapat dicairkan kapanpun. Nantinya, dana Kamu akan dikelola oleh pihak manajer investasi. RDPU ini jadi salah satu pilihan menarik untuk pemula karena selain modalnya yang kecil yaitu bisa dimulai dengan Rp10 ribu saja, instrumen investasi ini juga menawarkan risiko paling rendah. Cocok bagi investor yang takut menghadapi fluktuasi pasar dan mendapatkan kerugian besar.

  • Emas

Investasi minim risiko selanjutnya ialah emas. Investasi emas dinilai sangat klasik, namun hingga saat ini peminatnya masih banyak karena walaupun sifatnya minim risiko, hasil keuntungan yang ditawarkan terbilang cukup stabil. Pada prinsipnya emas merupakan sarana lindung nilai. Maksudnya, emas dapat melindungi nilai kekayaan karena aset emas dapat terbebas dari risiko inflasi. Maka, umumnya waktu terbaik untuk berinvestasi emas ialah ketika keadaan ekonomi sedang tidak baik.

Dampak dari pandemi virus Covid-19 membuat nilai emas naik secara signifikan karena memicu banyak investor menarik dana dari aset berisiko seperti saham dan reksa dana dan beralih ke emas. Tercatat rekor termahal sepanjang sejarah sebesar Rp 1.065.000/batang pada 7 Agustus lalu. Namun, belakangan ini harga emas dalam tren menurun menjadi Rp. 977.000/batang untuk produksi Antam.

Penurunan harga emas tersebut mengikuti harga emas dunia yang juga terus menurun. Kabar vaksin Pfizer dan Moderna tampaknya menimbulkan keyakinan bangkitnya perekonomian global. Sehingga investor kembali masuk ke aset-aset berisiko yang membuat harga emas menurun. Faktor tersebut mungkin bisa menjadi pertimbangan Kamu saat ingin berinvestasi emas.

Pergerakan ekonomi yang masih fluktuatif memicu arah pergerakan emas belum jelas dalam waktu dekat ini. Walaupun begitu, emas diprediksi akan kembali menguat dalam jangka panjang. Karena sentimen kebijakan moneter serta suku bunga secara global dapat mempengaruhi harga emas. Ketika pandemi selesai, kondisi ekonomi pun akan penuh dengan likuiditas. Likuiditas tinggi di Amerika Serikat yang berujung pada pelemahan dolar biasanya akan meningkatkan harga emas. Hal ini membuat emas cocok untuk investasi jangka panjang.

  • Deposito

Contoh investasi modal kecil adalah deposito. Umumnya, deposito menawarkan suku bunga tetap (tergantung dari dana yang dimiliki) untuk jangka waktu tertentu dan nggak terpengaruh pergerakan pasar. Maka dari itu, deposito merupakan sarana investasi yang aman karena memiliki risiko yang rendah. Modal minimum deposito juga beragam tergantung kebijakan masing-masing bank. Misalnya bank BCA sebesar Rp8 juta, sedangkan bank Mandiri melalui kantor cabang sebesar Rp10 juta, melalui e-Banking sebesar Rp 1 juta.

Pertimbangan yang dapat dilakukan sebelum menempatkan dana ke deposito yaitu adanya denda apabila mencairkan sebelum jatuh tempo. Biasanya jatuh tempo deposito ada dalam 3, 6, atau 12 bulan. Selain itu, tingkat imbal hasil dari deposito relatif rendah. Jika kita bandingkan dengan pasar uang, potensi return dari deposito cenderung lebih rendah.

Suku bunga deposito tertinggi untuk saat ini ada di angka 5,63%, sedangkan pasar uang bisa 7% hingga 9%. Hal ini dikarenakan manajer investasi dapat melakukan negosiasi dengan pihak bank untuk memberikan bunga yang lebih tinggi, sedangkan return deposito hanya berasal dari bunga tetap yang diberikan.

Nah, itu tadi beberapa instrumen investasi aman untuk pemula dengan risiko minim yang cocok untuk investor konservatif. Kamu sudah punya rencana investasi di instrumen apa nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *