Presiden Jokowi Ungkap Perbedaan Vaksinasi Dosis Pertama & Kedua

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perbedaan vaksinasi dosis pertama dan dosis ke dua yang telah ia jalani. Menurutnya pada vaksinasi dosis pertama 13 Januari lalu, ia merasa pegal setelah vaksinasi, sementara pada vaksinasi dosis ke dua hari ini, ia tidak merasakan pegal setelah lebih dari 30 menit usai penyuntikan. "Setelah divaksin seperti vaksinasi yang pertama, dulu hanya sedikit pegal sekarang nggak," kata Presiden usai melantik anggota Dewan Pengawas Lembaga Investasi Indoensia (LPI) di Istana Negara, Rabu, (27/1/2021).

Selain itu menurut presiden, pada proses penyuntikan vaksinasi dosis pertama dilakukan tidak terasa sakit. Berbeda dengan proses penyuntikan dosis ke dua yang sedikit terasa sakit. "Waktu disuntik yang vaksinasi pertama nggak terasa tadi terasa dikit. Itu aja bedanya," pungkasnya. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani vaksinasi Covid 19 dosis ke dua pada Rabu, (27/1/2021).

Sebelum dilakukan penyuntikan presiden terlebih mengikuti skrining, anamnesa dan, pemeriksaan fisik sederhana. Presiden diukur tekanan darah dan suhu tubuhnya.Usai dinyatakan dapat melaukan vaksinasi, presiden kemudian menuju kursi berikutnya untuk penyuntikan. Presiden melepas resleting bagian depan jaketnya, untuk kemudian disuntik di lengan kiri bagian atas.

Usai vaksinasi Covid 19, presiden kemudian mendapatkan kartu vaksinasi dan menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi terjadinya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Presiden mengatakan bahwa sama seperti vaksinasi dosis pertama, pada penyuntikan dosis kedua tidak terasa apa apa. "Sama dengan dua minggu lalu, tidak terasa. Dulu dua jam pegal pegal. Saya kira sama saja. Saya aktivitas ke mana mana juga," kata Presiden.

Untuk diketahui, vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *